ANAK,,
manusia kecil yang merupakan suatu amanat dari Allah SWT yang diberikan dengan penuh kasih sayang,, lahir tanpa dosa, yang belum mengerti seperti apa dunia ini saat mereka lahir,,yang membutuhkan kasih sayang, yang ingin mendapat dekapan hati orang-orang sekitarnya,,yang tangisannya mengartikan sesuatu, berjuta-juta tetesan air matanya merupakan harapan tentang apa yang diinginkannya.. Tapi mengapa saat ini orang-orang menjadikan makhluk kecil itu sebagai obyek untuk pencapaian sebuah materialisme??
pedih!!miris!!itulah ungkapan perasaanku ketika melihat sang buah hati masa kini…
Ini suatu pengalaman yang kualami,,di salah satu universitas negeri aku menjumpai banyak anak berumur 6-10 tahunan menjajakan makanan pasar (donat, lumpia, risoles, molen,dll) yang mereka pegang dalam wadah plastik berukuran sedang..Saat itu ada 3 orang anak lewat di depanku dan mereka menawarkan dagangannya,,Kebetulan waktu itu aku sedang lapar, aku pun memilih jajanan yang kuinginkan, Ketiga anak tersebut berebut menawarkan kepadaku,,kulihat jajanan mereka masing-masing masih ada 2-3 buah,,dalam pikiranku tidak mungkin aku membeli semua jajanan mereka. Akhirnya aku pilih salah satu dari mereka. Memang 2 anak yang lain terlihat kecewa. Tega tidak tega yang ada dalam hatiku. Rasanya tidak adil. Mau tidak mau kubeli semua dagangan mereka dan kubagikan kepada teman-temanku..Ketika aku memberikan uang, aku bertanya kepada 3 anak itu dimana mereka bersekolah, jawaban mereka sama: “Tidak sekolah mbak, kalo sekolah pasti saya tidak berjualan mbak.” Mereka juga berkata bahwa tidak ada uang untuk membayar sekolah. Mereka pun terpaksa berjualan hanya untuk menutupi kekurangan hidup mereka, tapi mereka jujur berkata padaku ingin sekali bersekolah walaupun maksimal lulus dengan ijasah sekolah dasar. Hanya satu penghalang mereka yaitu UANG!
Itu hanya segelintir cerita nyata,,belum ada cerita-cerita lainnya.. Yang lebih mengejutkan lagi saya temukan sebuah tulisan di salah satu surat kabar tentang seorang anak yang bangga menjadi pengemis,,malah orangtua mereka yang menyuruhnya dan ternyata ortu mereka adalah Pakar Pengemis!!herannya diam-diam mereka memiliki rumah dan mobil mewah,,ckckckck..(ANAK DIAJARKAN UNTUK JADI PENGEMIS)
Yang sedang maraknya terjadi sekarang ini yaitu perdagangan anak!! kejam sekali!!hanya krn faktor ekonomi, mereka-mereka (yang menjual anak) tidak punya hati sama sekali,anak ditukar dengan jutaan lembar uang,, apa mereka tidak sadar bahwa di sekitarnya ada pengintai yang siap mencatat segala perbuatan mereka sebagai tanggungjwb akhirat, (ANAK SEBAGAI ASET JUAL YANG TINGGI)
Baru-baru ini terjadi pula kejadian seorang murid sekolah dasar yang melakukan bunuh diri hanya karena dia tidak bisa membayar SPP dan dia merasa malu kepada teman-temannya, memang pada kenyataannya ortu dia belum memiliki uang.. Kenapa anak seusia itu sudah berpikir untuk bunuh diri??tragis.. (KETERPURUKAN PSIKOLOGIS ANAK)
Belum lagi kasus remaja-remaja di sekolah-sekolah yang saat ini “geng dan senioritas” dianggap sebagai sesuatu yang patut “dihargai”. Mereka bangga jika menang dalam tawuran, bangga sebagai anggota komunitas tertentu yang tak ada visi misi positifnya..sampai-sampai terkadang mereka harus mengorbankan teman mereka sendiri..(MORAL ANAK)
Kejadian-kejadian diatas jika disadari merupakan curhatan Anak jaman kini..
ANAK merupakan harta yang bernilai yang Allah berikan kepada umat manusia yang membutuhkan pembelajaran, ilmu, keceriaan, kebebasan, perlindungan, kasih sayang, aktualisasi diri..
Allah SWT menciptakan manusia dengan penuh kasih sayang,,
Manusia-manusia dianugerahi keturunan untuk meneruskan jalan sebagai khalifah bumi yang memakmurkan dunia sampai akhir jaman,,
janganlah seorang anak dijadikan korban sebagai asset materialisme dunia..,walaupun karena ketidakcukupan faktor ekonomi, masih ada cara lain yang Allah berikan jika kita mau mencari dan berusaha,,
Sayangilah anak-anak di sekitar kita, temuilah mereka dan bangunlah jati diri mereka dengan baik.,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar